Apakah Papa dan Mama ingin si Kecil menguasai dua bahasa atau bahkan lebih? Boleh-boleh saja asalkan orang tua memahami cara mengajarkan anak dua bahasa sejak dini, yang sebenarnya gampang-gampang susah.
Sejak awal kehidupannya, bayi mulai memperoleh informasi mengenai bahasa dan secara bertahap mengembangkan pengetahuan mereka, baik melalui bahasa lisan, membaca, dan menulis. Yang pasti, setiap tahap perkembangan sangat berpengaruh pada penguasaan bahasa mereka.
Memiliki kemampuan untuk menguasai dua bahasa (bilingual) merupakan salah satu kelebihan yang menguntungkan si Kecil. Selain membuka lebih banyak jendela menuju informasi yang dapat diakses, kemampuan bilingual menjadikan anak lebih berpikir terbuka dan lebih mudah menghadapi transisi zaman yang kini serba digital.
Di sisi lain, menurut dokter spesialis anak, dr. Dian Sulistya Ekaputri, Sp.A, mengajarkan dua bahasa sekaligus berpotensi menyebabkan anak bingung dan meningkatkan risiko terlambat bicara atau speech delay.
Baca juga: 6+ Aplikasi Belajar & Kursus Bahasa Inggris untuk Anak-anak
Mengenal tipe bilingual
ilustrasi anak berbicara dengan orang tua (freepik.com)
Mungkin Papa dan Mama bertanya-tanya bagaimana cara mengajarkan si Kecil dua bahasa sejak dini tanpa menyebabkan speech delay. Apakah hal ini sulit untuk dilakukan?
Sebelum menjawab pertanyaan itu, ada baiknya Papa dan Mama mengetahui dua tipe bilingual secara umum. Kira-kira, mana yang ideal dengan profil si Kecil?
1. Successive bilingual
Mayoritas anak-anak Indonesia mungkin tergolong tipe successive bilingual. Pada tipe pertama ini, anak baru diperkenalkan pada bahasa baru setelah mereka menginjak usia 3 tahun atau lebih.
Meski harus belajar bahasa baru dari dasar, si Kecil jauh lebih unggul dibandingkan simultaneous bilingual dalam kemampuan divergent thinking, yakni kemampuan untuk mengeksplorasi ide kreatif dalam pembangunan ide atau konsep.
2. Simultaneous bilingual
Umum dijumpai pada keluarga multikultur, anak simultaneous bilingual sudah terbiasa menggunakan dua bahasa berbeda, bahkan sebelum memasuki usia tiga tahun. Sejak awal, mereka sudah mendapatkan paparan bilingual dari lingkungan.
Melansir laman English First, anak dengan simultaneous bilingual lebih menguasai convergent thinking daripada successive bilingual, yaitu kemampuan untuk fokus dalam pemecahan masalah yang mereka temui di sekitarnya.
Secara umum, dalam perkembangan kemampuan bahasa kedua, masing-masing tipe di atas memiliki fase berbeda yang nantinya memengaruhi kefasihan si Kecil di masa depan. Faktor ini dapat berupa lingkungan, minat, dan budaya.
Baca juga: 5 Rekomendasi Tempat Les Bahasa Mandarin Terbaik di Jakarta
Cara mengajarkan anak dua bahasa
ilustrasi anak menonton film bersama orang tua (pexels.com/Ketut Subiyanto)
Supaya si Kecil tidak bingung dan mengalami speech delay, ada beberapa cara mengajarkan anak dua bahasa sejak dini. Seperti apa metodenya? Yuk, simak selengkapnya.
1. Gunakan dua bahasa di rumah
Penggunaan bahasa asing di rumah mendorong si Kecil, baik successive bilingual ataupun simultaneous bilingual, untuk lebih familiar dengan bahasa kedua mereka. Beberapa anak mungkin memiliki akan memiliki tingkat kepastian berbeda, tergantung dengan level atau tahapan mereka berada.
Meski begitu, cara mengajarkan anak dua bahasa ini membantu mereka untuk melangkah ke tahap yang lebih tinggi. Misalnya, memudahkan simultaneous bilingual mengeja kata dengan benar serta memudahkan successive bilingual melakukan observasi dan melafalkan kata-kata baru.
Bila si Kecil belum fasih berbicara, dr Dian menganjurkan agar orang tua mengajarkan satu jenis bahasa yang sering digunakan sehari-hari, contohnya bahasa Indonesia, bahasa daerah, atau bahasa Inggris.
2. Bangun rutinitas
Ketika menerapkan penggunaan dua bahasa di rumah, dukung dengan membangun rutinitas lewat jadwal singkat namun sering. Sebagai contoh, Papa dan Mama bisa meluangkan waktu 15 menit untuk masing-masing bahasa.
Jangan ragu untuk melakukan pengulangan. Si Kecil perlu mendengarkan kata, frasa, atau kalimat berapa kali sebelum siap untuk mengucapkannya sendiri.
Seiring anak bertambah usia, tingkatkan sesi berbahasa dan konsentrasi mereka. Agar mereka tetap antusias dan tidak mudah bosan, lakukan aktivitas singkat dan bervariasi setiap hari, seperti bermain scrabble sepulang sekolah atau membacakan dongeng berbahasa Inggris menjelang tidur.
3. Perkenalkan bahasa melalui beragam media
Selain itu, Papa dan Mama bisa mengenalkan si Kecil pada bahasa asing melalui beragam media. Temukan buku cerita berbahasa asing, lagu-lagu anak yang gampang didengar, video interaktif, atau permainan edukatif yang mampu mengasah kemampuan berbahasa anak.
Pengenalan melalui multimedia dianggap sebagai salah satu media pendidikan yang efektif bagi anak berusia belia. Cara mengajarkan anak dua bahasa sejak di dunia ini tak hanya menyenangkan tapi juga memberikan si Kecil pengalaman baru dalam mempelajari bahasa asing.
4. Tanamkan kepercayaan diri
Ketika mempelajari keterampilan baru, tentunya si Kecil akan kerap melakukan kesalahan, tak terkecuali saat belajar bahasa asing. Meski wajar terjadi, mereka mungkin akan merasa malu dan kurang percaya diri.
Untuk mengatasinya, Papa dan Mama perlu membangun kepercayaan diri anak tanpa berusaha menghakimi. Selain itu, ketika si Kecil tengah mengeksplorasi istilah-istilah baru, tanamkan prinsip bahwa mereka boleh menerapkan trans language.
Umum terjadi saat belajar menjadi bilingual, trans language merupakan kegiatan mencampur dua jenis bahasa dalam satu kalimat. Hal ini biasa terjadi saat si Kecil mencoba menemukan istilah yang tepat untuk mengekspresikan apa yang mereka maksud.
5. Tumbuhkan minatnya dalam berbahasa
Cara mengajarkan anak berbahasa sejak dini yang terakhir adalah menemukan minat mereka dalam berbahasa. Kecintaan pada bahasa menjadi fondasi yang memotivasi si Kecil untuk belajar lebih banyak.
Karenanya, orang tua perlu mengajarkan anak untuk mencintai bahasa yang ingin dikuasai tanpa memaksa mereka untuk belajar melalui metode yang sulit. Salah satunya yaitu mendaftarkan si Kecil ke kursus bahasa asing yang menyediakan pendidikan yang edukatif, menyenangkan, dan interaktif.
Itulah lima cara mengajarkan anak dua bahasa sejak dini yang bisa dijadikan referensi Papa dan Mama. Yang pasti, berikan si Kecil paparan sedini mungkin dan secara terus menerus. Gunakan permainan atau aktivitas seru lainnya untuk menstimulasi kemampuan bahasa mereka.
Untuk mengembangkan minat dan bakat anak, Papa dan Mama dapat mendaftarkan si Kecil ke Kiddo Club by Kiddo.id. Papa dan Mama bisa menemukan layanan kelas dan kursus berbagai bidang sesuai dengan bakat dan minat si Kecil di Kiddo.id. Tunggu apa lagi? Segera temukan layanan bimbel privat berkualitas secara praktis dan mudah bersama Kiddo.id
Baca juga: Yuk, Kenali Tanda Si Kecil yang Punya Bakat Word Smart!

